Berikan siswa pembelajaran mendalam, MA Istiqlal adakan Study Tour ke Penerbit Erlangga dan Taman Margasatwa Ragunan

Madrasah Aliyah Istiqlal Jakarta News — Memasuki semester kedua tahun pelajaran 2017-2018, puluhan siswa Madrasah Aliyah Istiqlal Jakarta melakukan kunjungan edukatif (study tour) ke Penerbit Erlangga dan Taman Margasatwa Ragunan.

Kegiatan ini dalam rangka menambah wawasan siswa sekaligus untuk memberikan relaksasi ditengah rutinitas sekolah. Study tour ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama adalah kunjungan edukatif kepenerbit atau percetakan buku erlangga di Jakarta Timur, yang mana diadakan pada hari senin, 30 April 2018. Disana seluruh siswa diajarkan banyak hal diantaranya bagaimana proses pembuatan buku hingga pada proses penerbitannya, seluruh siswa sangat interaktif dalam mengikuti setiap sesi yang diadakan oleh pihak penerbit erlangga terbukti dengan hampir seluruh siswa membuat catatan dan laporan yang menjadi tugas mereka dalam kunjungan tersebut.

Sesi kedua adalah kunjungan edukatif ke Taman Margasatwa Ragunan, yang mana diadakan pada hari sabtu, 05 mei 2018. Disana siswa yang mengambil jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) diberikan tugas secara berkelompok oleh guru biologi mereka yaitu ibu Wulan Windayathi. M.Si yang juga mengikuti kegiatan tersebut. Mereka ditugaskan untuk mengklasifikasikan Kingdom Animalia lalu diberi kesempatan untuk mengidentifikasikan secara langsung.

“seluruh siswa fokus memperhatikan hewan-hewan tidak hanya dari segi jenis dan karakteristik yang selama ini mereka ketahui, tapi mereka juga melakukan pengamatan tentang habitatnya, jenis pakannya, cara reproduksinya serta status konservasinya, sehingga kesadaran siswa untuk melestarikan keanekaragaman hayati hewan didunia khususnya di Indonesia lebih meningkat. Namun yang paling utama adalah meningkatnya kesadaran seluruh siswa akan ke Maha Besaran ALLAH yang telah menciptakan hewan-hewan tersebut” kata ibu wulan Windayathi, M.Si.

Namun sangat disayangkan, saat ini Taman Margasatwa Ragunan dan pusat primata schmutzer sedang fokus melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan area edukatif agar pengunjung lebih nyaman, hal tersebut membuat beberapa kandang terlihat kosong seperti dipusat primata schmutzer. Hal demikian ini bisa dimaklumi mengingat sangat besarnya biaya perawatan hewan-hewan ini, sementara tarif masuk Taman Marga Satwa Ragunan relatif murah. Alangkah lebih baiknya jika pengelola Taman Margasatwa Ragunan bekerjasama dengan pihak swasta sehingga bisa lebih professional dalam pengelolaan konservasi hewan-hewan koleksinya atau bisa juga dengan menanam tanaman pangan disekitarnya sehingga meringankan dalam penyediaan suplai pakan hewannya.

Secara Keseluruhan para siswa tercerahkan dengan kegiatan kunjungan edukatif ini, kegiatan inipun berjalan dengan baik dan semua rombongan kembali selamat ke rumah masing-masing dengan membawa dan menyimpan pengalaman di benaknya karena melakukan sebuah perjalanan pada hakikatnya adalah menambah ilmu dan rasa syukur kepada Allah Swt. (Latif SA)