Haul dan Doa untuk Pendiri MIJ Hj. Nibras OR Salim

Sosok almarhumah Hj. Nibras OR. Salim dikenal kalangan dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini, sebagai pribadi dengan pembawaan tangguh, santun, sederhana dan sangat dekat dengan anak-anak. Untuk mengingat kembali nilai-nilai yang pernah ditanamkannya semasa hidup, Madrasah Istiqlal Jakarta (MIJ) menggelar haul yang dilaksanakan di koridor MTs dan MA Istiqlal Jakarta pada Jum’at pukul 13.00-14.30 WIB (10/12/2021).

Kegiatan haul yang dikemas dalam pengajian sederhana ini dijadikan momen mengingat kembali kiprah almarhumah, baik dalam karier pendidikan, sosial keagamaan serta pemikiran beliau dalam merintis madrasah di ruang lingkup Masjid Istiqlal. Turut menyampaikan sambutan dalam acara ini Direktur Madrasah Istiqlal Jakarta Moch. Taufiqurrahman, MA.  

“Dedikasi beliau dalam pendidikan itu luar biasa. Beliau tidak pernah lelah dalam mendidik. Walaupun mendidik itu ada lelahnya tetapi beliau masih konsisten mendidik. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita. Pelajaran yang kedua, dalam mendidik beliau tidak pernah neko-neko atau ikhlas beramal karena landasan beliau adalah ketika terputus semua, masih ada yang mengalir yaitu ilmu yang dimanfaatkan,” kata Taufiq dalam sambutannya.     

Acara yang dipandu Siti Aisyah, S.Pd. ini dilanjutkan dengan sekapur sirih tentang Hj. Nibras OR. Salim yang disampaikan oleh Nita Rosdewita, Titin Sumarnih, Siti Julaiha, dan Mila Maulina, yang menjadi pionir dalam merintis Madrasah Istiqlal Jakarta.  bersama Hj. Nibras OR. Salim. 

 

Nita Rosdewita mengungkapkan peran almarhumah sebagai wasilah berdirinya Madrasah Istiqlal Jakarta,  “Tanpa dedikasi beliau, tidak akan ada Madrasah Istiqlal Jakarta. Dengan berbagai pencapaian prestasi Madrasah Istiqlal Jakarta saat in,i tentunya beliau bangga.”

“Awalnya kami diajak untuk berjuang, yaitu mendirikan sekolah TK di sebuah rumah yang dihibahkan oleh cucu Rasuna Said. Kami berempat lulus dari Cut Meutia diberangkatkan ke Padang untuk mengelola sekolah tersebut,” kenang Nita menceritakan perjalanannya bersama almarhumah dan rekan-rekan seperjuangan untuk mengamalkan ilmu yang telah mereka dapatkan di PGTKI Cut Meutia, Jakarta.      

Menurut Nita, Ibu Nibras senantiasa mengingatkan untuk mengutamakan prestasi, maka “pretise” akan menyusul dan kalau mencari uang bukan di madrasah tempatnya, tapi di (pasar) Tanah Abang. Dalam setiap tausiyahnya almarhumah juga mengatakan bahwa Allah tidak tidur sehingga memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya yang berusaha.    

Sebagai penutup untuk mengingatkan para guru dan karyawan Madrasah Istiqlal Jakarta, Nita mengutip kata-kata Hj. Nibras OR. Salim, “Belajar artinya bekerja. Bekerja artinya beramal. Beramal artinya beribadah. Beribadah artinya karena dan untuk Allah.” 

Setelah sepintas mengenang perjalanan hidup dan jasa-jasa Hj. Nibras OR. Salim, acara dilanjutkan dengan pemacaan surah Yaasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Asep Marpu, S.Pd. dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz Ade Muhammad Yusuf, M.Pd.

Hj. Nibras Oedin Rahmani dilahirkan di Maninjau pada tanggal 19 Juni 1931 dan wafat di Jakarta pada 10 Desember 2017. Atas arahan Badan Pengelola Masjid Istiqlal Drs.  H. Mubarok, M.Si. beliau mendirikan sekolah anak usia dini sebagai cikal bakal Madrasah Istiqlal Jakarta pada 26 Juli 1999. 

Kepiawaian dan kepedulian beliau terhadap generasi bangsa diawali dengan mendirikan pendidikan anak usia dini melalui metode bermain sambil belajar, integrasi nilai-nilai kehidupan beragama yang dalam kurun waktu 20 tahun sudah berkembang sampai jenjang Madrasah Aliyah.    

 

Semangat almarhumah diharapkan menjadi inspirasi dan menambah semangat dalam mendidik anak bangsa menjadi generasi yang tangguh yang bersiap kembali kepada Allah dalam keadaan beriman. (Humas MIJ)

Related posts

Leave a Comment